Jokolongkeyang.blogspot.com SEMARANG – Menghadapi lonjakan pemudik Idulfitri 1447 Hijriah yang diprediksi mencapai 17,7 juta jiwa, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan ketahanan pangan di wilayahnya dalam status aman terkendali. Sejumlah komoditas utama bahkan tercatat mengalami surplus besar hingga penghujung Maret 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar dan stabilitas harga menjadi prioritas utama selama masa Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan hingga akhir Maret, seluruh komoditas pangan strategis di wilayah Jawa Tengah saat ini berada dalam posisi surplus," ungkap Dyah saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau operasional pasar murah di Semarang Barat, Jumat (6/3).
Rincian Cadangan Pangan
Dyah memaparkan data stok yang saat ini tersedia untuk melayani masyarakat lokal maupun pemudik:
- Beras: Surplus sekitar 1,5 juta ton.
- Telur Ayam: Surplus 135 ribu ton.
- Gula Pasir: Cadangan 54 ribu ton.
- Minyak Goreng: Tersedia sekitar 5 ribu liter.
"Meskipun ada lonjakan permintaan akibat kedatangan jutaan pemudik, kami optimis cadangan ini mampu mencukupi konsumsi masyarakat hingga periode Lebaran selesai," tambahnya.
Strategi Gubernur Tekan Kenaikan Harga
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan langkah preventif mengingat adanya potensi kenaikan konsumsi pangan sebesar 3,49 persen tahun ini. Ia menekankan pentingnya peran Satgas Pangan Polri dan dinas terkait untuk memperketat pengawasan di pasar-pasar tradisional.
"Lonjakan pemudik tahun ini naik signifikan dari 13 juta menjadi 17,7 juta orang. Saya minta seluruh jajaran segera mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan rutin memantau pergerakan harga di lapangan," tegas Luthfi.
Terkait kenaikan harga cabai yang masih fluktuatif, Pemprov Jateng melalui BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB) telah mulai menyalurkan subsidi harga. Tahap awal, tiga ton cabai digelontorkan untuk melakukan intervensi pasar guna menekan harga di tangan konsumen.
Cegah Penimbunan dan Panic Buying
Selain memastikan stok, Gubernur Luthfi juga memberikan peringatan keras terhadap praktik penimbunan barang. Ia menginstruksikan Satgas Pangan di tingkat kabupaten dan kota untuk melakukan pengecekan mendadak secara berkala.
"Prioritas kita adalah keterjangkauan harga. Gunakan instrumen Satgas Pangan untuk mencegah adanya pihak-pihak yang mencoba menimbun barang atau memicu panic buying di tengah masyarakat," pungkasnya.

0 Komentar