Direktur Bank Pemalang, Novalia Jelitasari, turun langsung menembus medan yang tak mudah demi menemui warga. Kehadirannya di jantung bencana Kecamatan Pulosari bukan sekadar seremonial korporasi, melainkan sebuah panggilan nurani untuk mendekap saudara-saudara yang kehilangan tumpuan hidup akibat amukan alam."Kami datang membawa hati. Dusun Sawangan adalah bagian dari napas kami, dan melihat warga di sini berjuang di tengah sisa bencana, kami tak bisa diam. Ini adalah wujud kasih dari keluarga besar Bank Pemalang," ujar Novalia dengan nada getir namun penuh keteguhan.
Memahami urgensi kebutuhan pangan yang mendesak, Bank Pemalang menyalurkan paket sembako dalam jumlah signifikan. Namun, agar bantuan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, pihak bank mengambil langkah taktis dengan berkoordinasi langsung bersama otoritas penyelamat.
Seluruh bantuan logistik diarahkan menuju Posko Utama Siaga Bencana di Kecamatan Pulosari. Di sana, petugas piket Basarnas menerima langsung amanah tersebut untuk segera didistribusikan ke dapur-dapur umum dan tangan-tangan yang membutuhkan di pelosok desa. Sinergi ini menunjukkan betapa krusialnya kerja sama antara lembaga keuangan daerah dan tim reaksi cepat dalam kondisi darurat.
Saat ditanya mengenai motif di balik gerakan ini, Novalia menegaskan bahwa aksi ini murni didasari oleh empati mendalam. Baginya, posisi Bank Pemalang sebagai pilar ekonomi daerah memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di saat rakyat sedang terjepit kesulitan."Kami hanya ingin saudara-saudara kita tahu bahwa mereka tidak berjalan sendirian di tengah musibah ini. Kami, keluarga besar Bank Pemalang, menaruh harapan setinggi langit agar warga Pulosari segera pulih, kembali tegak, dan mentari di lereng Slamet kembali bersinar terang bagi mereka," pungkasnya sebelum beranjak menyapa warga di titik evakuasi.



0 Komentar