Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa seluruh personel dari berbagai instansi lintas sektoral kini dalam status siaga satu. Tidak hanya fokus pada kelancaran lalu lintas, posko ini juga menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mendeteksi potensi bencana alam di jalur-jalur rawan.
Pusat Kendali Data dan Informasi
Berpusat di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Tengah, posko ini akan beroperasi nonstop 24 jam dengan sistem pembagian kerja tiga giliran (shift). Ahmad Luthfi menekankan, posko ini bukan sekadar tenda penjagaan, melainkan pusat validasi data untuk pengambilan keputusan kilat di lapangan."Pelayanan kepada pemudik harus maksimal. Posko ini hadir untuk menangani kondisi darurat secara instan, mulai dari kemacetan, gangguan kesehatan, hingga kendaraan mogok," tegas Luthfi saat seremoni pembukaan.
Teknologi CCTV di Genggaman Pemudik
Inovasi menonjol tahun ini adalah pengintegrasian 10 titik kamera pengawas (CCTV) strategis yang terhubung langsung dengan sistem pemantauan kabupaten/kota. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi rute tujuan secara real-time sebelum tancap gas dari rumah.
Selain itu, evaluasi dari mudik 2025 membuahkan hasil nyata berupa:
1. Optimalisasi Rest Area: Penambahan jumlah toilet dan area parkir guna mencegah penumpukan kendaraan.
2. Safety Check: Kewajiban ramp check (pemeriksaan kelayakan) kendaraan di setiap terminal untuk menjamin keselamatan penumpang.
3. Fokus Jalur Selatan: Penambahan rambu portabel dan penerangan jalan di rute selatan yang rawan minim cahaya.
Mitigasi Bencana Jadi Atensi
Mengingat kondisi geografis Jawa Tengah, Ahmad Luthfi secara khusus menginstruksikan petugas untuk mewaspadai ancaman tanah longsor, banjir, dan tanah bergerak di sepanjang rute mudik. Keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian serius agar pelayanan tetap prima."Kita pastikan dulu anggota kita aman dan nyaman bertugas, baru kemudian mereka bisa memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat," tambahnya.
Kepala Dishub Jateng, Arief Djatmiko, menambahkan bahwa kenaikan pemudik tahun ini mencapai 30 persen dibanding tahun lalu. Untuk itu, selain personel gabungan dari Polri, Basarnas, dan BMKG, dikerahkan pula 350 relawan sadar keselamatan guna memperkuat pengawasan di titik-titik terpencil.



0 Komentar