Jokolongkeyang.blogspot.com, Batang – Urgensi pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di pesisir utara Jawa semakin mendesak. Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, memberikan peringatan keras agar pemerintah pusat segera memulai langkah nyata di zona-zona kritis, terutama di wilayah Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Batang.
Legislator asal Fraksi PKS ini menekankan bahwa titik krusial yang membutuhkan penanganan darurat membentang dari wilayah Ulujami, Pemalang, hingga ke sisi barat Kabupaten Batang. Menurutnya, pemetaan skala prioritas adalah harga mati mengingat keterbatasan anggaran negara saat ini.
"Kita tidak bisa hanya melihat proyek ini sebagai rencana jangka panjang Banten hingga Gresik semata. Pemerintah harus mendahulukan wilayah yang secara teknis sudah rusak parah akibat abrasi dan banjir rob," tegas Rizal Bawazier dalam pernyataan resminya.
Krisis Ekologis di Depan Mata
Rizal, yang mewakili Dapil Jawa Tengah X (Batang, Pekalongan, Pemalang), menyoroti fakta lapangan bahwa ancaman alam di wilayah tersebut sudah berada di tahap mengkhawatirkan. Tanpa adanya tanggul laut yang memadai, pemukiman ribuan warga dan infrastruktur publik terancam hilang tergerus air laut.
Sinyal dukungan sebelumnya juga sempat dilontarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Pihak kementerian mengamini bahwa kawasan Pekalongan Raya masuk dalam radar prioritas utama karena kondisi geografisnya yang kian merosot di bawah permukaan laut.
Benteng Ekonomi Nasional
Bagi Rizal, Giant Sea Wall bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan instrumen penyelamatan ekonomi. Koridor Pantura merupakan motor penggerak PDB nasional yang bernilai fantastis.
"Stabilitas ekonomi nasional akan goyah jika jalur logistik dan kawasan industri di Pantura lumpuh. Proyek ini harus menjadi satu kesatuan dengan pengembangan jalan tol dan kawasan industri agar manfaatnya maksimal bagi masyarakat," tambah Rizal.
Saat ini, meski terkendala efisiensi fiskal nasional, pemerintah pusat dikabarkan terus mematangkan kajian teknis. Harapannya, konstruksi fisik dapat segera terealisasi untuk memastikan keselamatan warga pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan investasi di Jawa Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat di wilayah pesisir Ulujami hingga Batang masih menanti kepastian jadwal pengerjaan proyek yang diproyeksikan menjadi penyelamat masa depan Pantura tersebut.

0 Komentar