SEMARANG – Infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah terus bersolek demi menyambut arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan data per 27 Februari 2026, tingkat kemantapan jalan di provinsi ini telah menyentuh angka 93,47 persen, memastikan jalur utama lintas Jawa siap melayani jutaan kendaraan dengan aman.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menegaskan bahwa Jalur Pantura menjadi prioritas utama penanganan. Mengingat fungsinya sebagai tulang punggung arus kendaraan dari Barat ke Timur, perbaikan di jalur ini terus dikebut."Seluruh proses penambalan dan pemeliharaan kami targetkan tuntas pada H-10 Lebaran. Kami berkomitmen memberikan kenyamanan bagi para pemudik sebelum puncak arus dimulai," ujar Iqbal di Semarang, Jumat (27/2/2026).
Akselerasi di Titik Krusial Kaligawe
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah peninggian jalan sepanjang 700 meter di ruas Kaligawe, Semarang. Jalur ini merupakan simpul padat yang menghubungkan arus Jakarta-Surabaya serta rute lokal Semarang-Demak.
Iqbal memproyeksikan jalur cepat maupun lambat di ruas ini sudah dapat difungsikan secara optimal pada 11 Maret 2026. Meskipun pengerjaan di tengah volume kendaraan yang tinggi sangat menantang, pihak BBPJN memilih untuk tidak memberlakukan penutupan total demi menjaga kelancaran lalu lintas."Volume kendaraan di Kaligawe sangat luar biasa, sehingga penutupan penuh tidak memungkinkan. Namun, kami pastikan progres tetap berjalan sesuai jadwal," tambahnya.
Catatan Teknis: Selain ruas Kaligawe, perbaikan intensif juga dilakukan di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Kendal guna menangani kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem pada awal tahun.
Jembatan dan Jalan Provinsi Siap Tempur
Kesiapan tidak hanya terlihat pada jalan sepanjang 1.581,45 kilometer, tetapi juga pada infrastruktur jembatan. Dari 852 unit jembatan yang ada di Jawa Tengah, tingkat kemantapan fisiknya telah mencapai 97,41 persen. Iqbal menginstruksikan seluruh jajarannya untuk tetap siaga menghadapi anomali cuaca agar perbaikan bisa langsung dilakukan jika ditemukan kerusakan baru.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa provinsi ini akan menjadi magnet utama pergerakan warga. Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sebanyak 17,7 juta orang diprediksi akan memasuki Jawa Tengah."Jawa Tengah adalah perlintasan strategis nasional. Selain jalan nasional, jalan provinsi sepanjang 2.200 kilometer juga sudah mencapai kemantapan 94 persen. Kami siap menjadi tulang punggung kelancaran arus mudik tahun ini," tegas Ahmad Luthfi.
Dengan estimasi pergerakan mencapai 38,71 juta orang di wilayah Jawa Tengah selama periode Lebaran, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan pengalaman mudik yang lancar, aman, dan berkesan bagi masyarakat.



0 Komentar